Resume Materi Pertemuan Ke-4 (Teknik Encoding)

Teknik Encoding


  • Encoding merupakan suatu proses pengubahan sinyal kedalam bentuk yang dioptimasi dengan tujuan untuk keperluan transmisi data atau penyimpanan data.
  •  Berikut adalah Beberapa Teknik Encoding
    •  Nonreturn To Zero (NRZ)
      • NRZ-L
      • NRZ-I
    •  Multilevel Binary
      • Bipolar AMI
      • Pseudoternary
    •  BIPHASE
      • Manchester
      • Differential Mancester
    •  Modulation Rate
    •  Teknik Scrambling :
      •  Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS)
      •  High-density bipolar-3 zeros (HDB3)
  • Nonreturn to Zero (NRZ), Terdapat 2 Macam NRZ, yaitu :
    • NRZ-L (NRZ-Level) merupakan suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu binary dan tegangan positif dipakai untuk mewakili binary lainnya. Karakteristik dari Teknik ini Adalah : 
      •  Dua tegangan yang berbeda antara bit 1 dan bit 0
      •  Tegangan konstan selama interval bit
      • Tidak ada transisi yaitu tegangan no return to zero
    • NRZ-I (NRZ-Inverted) merupakan kode dimana suatu transisi (low ke high atau high ke low) pada awal suatu bit time akan dikenal sebagai binary '1' untuk bit time tersebut, jika tidak ada transisi berarti binary '0'. Karakteristik dari Teknik ini Adalah : 
      • Pulsa tegangan konstan untuk durasi bit 
      • Transisi = 1
      • Tidak ada transisi = 0
  •  Multilevel Binary, Terdapat 2 Macam Multilevel Binary, yaitu :
    • Bipolar AMI : Suatu kode dimana binary “0”diwakili dengan tidak adanya line sinyal dan binary “1” diwakili oleh suatu pulsa positif atau negatif. Karakteristik dari Teknik ini Adalah : 
      • Tidak ada Line Sinyal = 0.
      • Adanya Pulse Positif atau Negatif = 1.
    • Pseudoternary : Suatu kode dimana binary “1” diwakili oleh ketiadaan line sinyal dan binary “0” oleh pergantian pulsa-pulsa positif dan negatif. Karakteristik dari Teknik ini Adalah :
      • Tidak ada Line Sinyal = 1.
      • Adanya Pulse Positif atau Negatif =0.
  • Biphase, Terdapat 2 Macam Biphase, yaitu :
    • Manchester : suatu kode dimana ada suatu transisi pada setengah dari periode. Tiap bit : transisi low – high mewakili “1” dan high – low mewakili “0”.
      Karakteristik dari Teknik ini Adalah : 
      • Perubahan dilakukan pada pertengahan periode
      • Transisi Low-High = 1.
      • Transisi High-Low = 0.
    • Differensial Manchester : suatu kode dimana binary “0” diwakilkan oleh adanya transisi pada awal periode suatu bit dan binary “1” diwakili oleh ketiadaan transisi di awal periode suatu bit. Karakteristik dari Teknik ini Adalah :
      • Ada Transisi = 0
      • Tidak ada Transisi = 1 
 
  •  Modulation Rate : Laju perubahan level sinyal (pembangkitan elemen sinyal). Contoh : untuk kode manchester, Data rate = 0.5/Tb, Modulation rate = 1/Tb. Salah satu cara untuk menyatakan modulation rate adalah dengan menentukan rata-rata jumlah transisi yang terjadi per bit time. 
 

  • Teknik Scrambling : Teknik biphase memerlukan kecepatan pensinyalan yang tinggi relatif terhadap data rate sehingga lebih mahal pada aplikasi jarak jauh sehingga digunakan teknik scrambling dimana serangkaian level tegangan yang tetap pada line digantikan dengan serangkaian pengisi yang akan melengkapi transisi yang cukup untuk clock receiver mempertahankan synchronisasi. Hasil dari disain ini :
    • Tidak ada komponen dc
    • Tidak ada serangkaian sinyal level nol yang panjang
    • Tidak terjadi reduksi pada data rate
    • Kemampuan deteksi error.
  •  Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS ) adalah suatu kode dimana :
    • Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah positif, maka 8 nol dari oktaf tersebut di-encode sebagai 000+-0- +
    • Jika terjadi oktaf dari semua nol dan pulsa tegangan terakhir yang mendahului oktaf ini adalah negatif, maka 8 nol dari oktaf tersebut di-encode sebagai 000-+0+ -
 

  • High-density bipolar-3 zeros (HDB3) yaitu suatu kode dimana menggantikan string-string dari 4 nol dengan rangkaian yang mengandung satu atau dua pulsa atau disebut kode violation, jika violation terakhir positive maka violation ini pasti negative dan sebaliknya. Berikut adalah contoh dari aturan subtitusi HDB3 :
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Materi Pertemuan ke-3 (Error Detection)

Resume Materi Pertemuan ke-2 (Komunikasi Data)

Laporan Praktikum Data Sharing (Pertemuan Ke-5)